Senin, Juli 22, 2024
BerandaRegionalKabupaten TangerangSolar Langka di Kabupaten Tangerang, Sebagian SPBU Antri Panjang

Solar Langka di Kabupaten Tangerang, Sebagian SPBU Antri Panjang

Kabupaten tangerang, Temabanten.com – Terpantau antrian panjang armada truk terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (19/12) malam. Hal itu diketahui akibat dari kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.

Fenomena antrian panjang kendaraan muatan barang ataupun tambang itu, terlihat di beberapa SPBU, diantaranya, SPBU Bugel Tigaraksa, Cibadak, Gembong, Pos Sentul, Balaraja dan Jayanti. Bahkan hingga wilayah Serang Banten.

Salah satu Sopir Truk Tambang, Armudi mengaku kesal lantaran sudah beberapa kali berhenti di SPBU Serang menuju Kabupaten Tangerang. Dirinya selalu kesulitan membeli solar. Selain dinyatakan kosong, sekalipun ada, katanya dia harus mengantri sampai berjam-jam lamanya.

“Akhir-akhir ini kebingungan, tiap mau isi solar kosong terus, pas mau isi di wilayah Serang kosong, ini di jayanti antriannya panjang banget,” katanya kepada wartawan, Selasa malam.

Armudi pun merasa heran, meskipun kelangkaan kerap terjadi, namun 2 bulan terakhir ini kekosongan solar sangat parah, sehingga dirinya terpaksa beralih menggunakan Dexlite yang harganya dua kali lipat dari harga solar subsidi.

“Kalau lagi dikejar waktu operasional mau gak mau isi Dexlite yang harganya Rp15.550 per liter, itupun kadang masih antri juga,” ucapnya.

Serupa yang dialami pengguna Mobil Pribadi, Lana, dimana katanya dia harus berputar-putar mencari SPBU hanya untuk bisa mendapatkan Solar. Sontak, kelangkaan ini menimbulkan pertanyaan darinya.

Padahal, kata dia secara regulasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sudah jelas, disitu terdapat ketentuan konsumen yang tidak terdaftar (Non Register) dengan yang sudah terdaftar (Register) dalam mendapatkan solar subsidi.

“Setau saya pengisian Solar kan ada aturannya, jadi harusnya gak terjadi kelangkaan,” tuturnya.

Lana menjelaskan, berdasarkan ketentuan baru batas maksimal untuk kendaraan yang tidak terdaftar itu hanya 20 liter per hari. Sedangkan untuk yang telah terdaftar bagi kendaraan roda empat(Mobil) pribadi dibatasi 60 liter per hari.

Kemudian, lanjutnya dirinya, angkutan umum orang atau barang roda empat maksimal 80 liter. Lalu angkutan umum roda enam itu sebanyak 200 liter per hari.

“Nah kalau sampai bisa ada kelangkaan ini kan faktornya apa gitu, apa ada mafia Solar,” katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi wartawan, Petugas SPBU Jayanti, Entus membenarkan bahwa sudah 2 bulan terakhir ini terjadi kelangkaan BBM jenis Solar.

Pemicunya kata dia, pendistribusian Solar dari Pertamina Gerem Merak tidak menentu, yang normalnya 32 ribu liter per hari, sekarang setiap kirim hanya 8 ribu liter per hari. Sehingga pasokan Solar dibantu dari depo pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

“Kalau cuma 8 ribu liter, 1 jam juga langsung kosong, sedangkan truk udah pada nunggu dari tadi,” tandasnya. (Deri)

Tema banten
Tema bantenhttps://www.temabanten.com
Mengupas isu-isu dan tema Banten terkini
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Berita Popular