Jumat, Februari 23, 2024
Google search engine
BerandaRegionalKabupaten TangerangPT. LKM AKR Gelar Pelatihan Pencegahan Fraud, Resiko Hukum dan Berantas Bank...

PT. LKM AKR Gelar Pelatihan Pencegahan Fraud, Resiko Hukum dan Berantas Bank Keliling ke Pegawai

Kabupaten Tangerang, Temabanten.com – Sebagai kepanjang tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda), PT. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Kerta Raharja (AKR) terus menjaga amanah untuk terus berupaya memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat di bidang modal bagi para pelaku usaha mikro.

Jelas tidaklah mudah bagi PT. LKM AKR untuk mengemban amanah tersebut jika tidak dibekali sumber daya manusia (SDM) yang mempuni disediakan bidang keuangan.

Agar terus selaras dengan Pemkab Tangerang untuk bermanfaat bagi masyarakat, PT. LKM AKR melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan bagi seluruh pegawainya di eks gedung DPRD Kabupaten Tangerang, di Jalan Kisamuan, Kota Tangerang, Sabtu (27/1/2024).

Kegiatan itu sebagai upaya memberikan pengetahuan para pegawai terkait Pencegahan fraud dan resiko hukum pada usaha jasa keuangan. Selain itu mengkaji lebih dalam peranan LKM memberantas rentenir.

Direktur Utama (Dirut) PT. LKM AKR, Denny Hikmat mengatakan bahwa sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah, LKM berkomitmen menjauhkan bahkan membebaskan masyarakat dari jeratan bank keliling atau biasa disebut emok.

Banyaknya masalah berkaitan dengan hal itu, kata Denny, maka perlu hadirnya negara, agar setidaknya dapat meminimalisir dampak  dari praktik-praktik rentenir di wilayah.

“Bunga yang besar bank keliling membuat masyarakat semakin terpuruk, ini menjadi tugas kita, agar tidak ada lagi yang jadi korban rentenir,” katanya.

Denny pun mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk menjalankan tugas nya sesuai dengan aturan main atau regulasi yang berlaku sehingga terhindar dari fraud serta resiko tersandung masalah hukum, demi kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Payung bisa melindungi kita dari hujan tapi payung tidak bisa memberhentikan hujan. Jadi kita anggap hujan itu bukan sebagai cobaan, melainkan sebagai berkah. Jadi kutipan ini bisa kita ambil acuan untuk kita bersama-sama di LKM dalam memberikan maanfaat kepada masyarakat,” ucapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang Doni Saputra menuturkan potensi terjadinya Fraud di PT. LKM  bisa berbentuk korupsi, penyalahgunaan laporan ataupun aset.

Lanjutnya, ia menerangkan Fraud itu adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan sengaja, karena adanya kesempatan, tekanan, kemampuan serta pembenaran untuk menguntungkan individu ataupun organisasi, sehingga menimbulkan kerugian.

“Tapi percayalah jika kesempatan itu ada jangan pernah digunakan, karena daluwarsa korupsi sangat lama, ketika akibat itu dilakuka, mungkin pengusutan akan terjadi setelah 15 atau 10 tahun kedepan, saat diusut pasti akan menimbulkan penyesalan,” terangnya.

Doni menyebut hal itu termaktub pada Undang-Undang (UU) 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, pasal 2, 3 Tipikor dengan ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara, namun jika korupsi saat darurat bencana, bisa diancam hukuman mati.

Kemudian, lebih lanjut Doni menyebutkan, jika ada pegawai melakukan pemalsuan dokumen, menghapus dan merubah data yang bisa menimbulkan fraud, minimal 1 tahun paling lama 4 tahun hukuman penjara.

“Sepintar-pintarnya bank itu menyembunyikan tindak pidana korupsi. Tapi penyidik akan lebih lihai untuk membuktikan kesalahan tersebut karena kami disekolahkan untuk membuktikan kesalahan,” tegasnya.

Pengamat Bidang Jasa Keuangan, Hendra Wijaya mengatakan bahwa kondisi nyata di lapangan tentang praktik-praktik rentenir dengan berbagai sebutannya, bank keliling, inang-inang, dan bank emok begitu sangat meresahkan.

Dimana, modus rentenir ini memang sengaja memberikan kemudahan pinjaman kepada masyarakat dan disaat telah menjadi nasabah disitulah mereka terjerat dengan bunga yang tinggi.

“Jika sudah terjebak perekonomian akan hancur dan dampaknya ke gangguan mental masyarakat yang menjadi nasabah, sebab ketika menagih rentenir ini berani menggunakan kekerasan,” katanya.

Menurut Hendra, jadi sangatlah tepat Pemkab Tangerang menghadirkan LKM yang benar benar menyentuh lapisan masyarakat bawah. Dengan bunga rendah dan persyaratan mudah bisa membantu bagi siapapun yang membutuhkan tambahan modal untuk usaha atau lainnya.

Lebih jauh, katanya diharapkan, hadirnya LKM juga bisa mengedukasi dan dapat meningkatkan literasi masyarakat terkait bahaya renternir. “Karena sekali saja terjerat sama saja menggali kuburnya sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu sebagai penutup, Kepala Bagian Perekonomian Pada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Iskandar Nordat menyatakan peran LKM ini sangat strategis karena memiliki tugas yang besar yaitu mengendalikan maraknya penyebaran rentenir.

Maka dari itu, pentingnya melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia (SDM) didalamnya, sehingga pentingnya pendidikan terkait fraud dan berbagai hal lainnya.

“Pemda akan selalu mendukung, karena BUMD harus bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya. (Deri/Yan)

Tema banten
Tema bantenhttps://www.temabanten.com
Mengupas isu-isu dan tema Banten terkini
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments