Jumat, Februari 23, 2024
Google search engine
BerandaRegionalKabupaten TangerangBegini Potret Petani Tangerang Setelah 10 Tahun Kepemimpinan Bupati Zaki

Begini Potret Petani Tangerang Setelah 10 Tahun Kepemimpinan Bupati Zaki

Kabupaten Tangerang, Temabanten.com – Petani sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, kondisinya semakin memprihatinkan lantaran seringnya gagal panen, hingga rugi ratusan juta rupiah.

Era kepemimpinan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar selama 10 tahun itu dianggap sebagai kondisi buruk para petani.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Jengkol, Kecamatan Kresek, Mohamad Kodrat Gandi yang mengikuti kondisi perkembangan pertanian di Kabupaten Tangerang.

Gandi mengatakan, permasalahan yang masih dihadapi petani saat ini ialah belum teraturnya aliran irigasi. Dimana, pintu air yang membagi air ke persawahan warga di berbagai wilayah Kecamatan sudah hancur.

Sehingga, distribusi aliran air dari irigasi tidak merata. Akibatnya, kata dia para petani saling rebutan buka tutup pintu air.

“Karena pintu air sudah jebol, air berhamburan dan petani di wilayah rebutan buka tutup air,” katanya, ditulis Kamis (18/1/2024).

Gandi menuturkan, sampai saat ini kondisi itu belum juga terselesaikan. Alasannya, irigasi tersebut kewenangan pemerintah provinsi.

Informasi terakhir, katanya Pemkab Tangerang sudah menyampaikan kondisi irigasi kepada pihak provinsi. Namun belum ada tindakan.

“Sudah berkali-kali bicara dengan Pemerintah Daerah, tapi gak ada aksi nyata,” ucapnya.

Gandi mengungkapkan akibat pembiaran itu, sejumlah petani pun mengalami gagal panen dan merugi hingga ratusan juta rupiah.

“Kemarin kemarau, gak ada air. Nah sekarang air ada tapi alirannya gak beraturan,” jelasnya.

Gandi meminta ada penanganan khusus dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi soal pertanian ini, tentunya dengan duduk bareng para petani, sebab selama 10 tahun kondisi pertanian di wilayah menurun.

“Sudah 10 tahun pertanian menurun, Pemda harus fokus, dulu Belanda bisa loh bangun irigasi dan jembatan, masa sekarang gak bisa,” pungkasnya.

Sementara, Perwakilan petani di Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Bian mengaku petani diwilayahnya alami kerugian hampir ratusan juta akibat irigasi yang tidak berfungsi.

Lanjutnya kekeringan itu, sudah terjadi hampir delapan tahun. “Kalo dari data, puluhan hektar, akibat saluran air gak berfungsi,” tandasnya. (Deri/Yan)

Tema banten
Tema bantenhttps://www.temabanten.com
Mengupas isu-isu dan tema Banten terkini
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments